Ketik Kata Yang Anda Cari

Memuat...

Senin, 11 November 2013

PENGARUH FAKTOR PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TERHADAP KUNJUNGAN LANSIA KE POSBINDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS



ABSTRAK

Jumlah kunjungan lansia ke posbindu yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Tambaksari belum mencapai target kunjungan, dimana target kunjungan posbindu untuk Wilayah Kerja Puskesmas Tambaksari sebesar 65 % namun pada periode Januari – Juli 2008 baru mencapai 50 %. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang pada kesehatan adalah pengetahuan, sikap, pendidikan, pendapatan, jarak, kebutuhan, jumlah dan struktur keluarga, jenis kelamin, faktor sosial budaya, etnik, harga atau biaya pelayanan, persepsi terhadap sarana kesehatan, dan kekuatan pengambilan keputusan  (Notoatmodjo, 2003).

Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tambaksari dengan jumlah sampel 80 kasus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh faktor pengetahuan dan sikap lansia terhadap kunjungan lansia ke posbindu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Tambaksari Kabupaten Ciamis. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan dan sikap.

Hasil analisa univariat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang cukup tentang posbindu lansia yaitu sebanyak 38 responden dan responden yang mempunyai sikap cukup terhadap posbindu lansia yaitu sebanyak 45 responden. Hasil uji statistik menunjukan adanya pengaruh yang signifikan faktor pengetahuan dan sikap lansia tentang posbindu lansia terhadap kunjungan lansia.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dan literatur dalam mengatasi masalah kunjungan lansia ke posbindu lansia yang disebabkan oleh pengetahuan dan sikap lansia sehingga diharapkan instansi terkait melakukan berbagai langkah untuk memperbaiki pengetahuan dan sikap lansia tentang posbindu lansia agar kunjungan lansia ke posbindu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Kata Kunci      : Pengetahuan, sikap, posbindu lansia
Kepustakaan             : 16 (1995 – 2007)


HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

ABSTRAK

Berdasarkan laporan cakupan ASI Eksklusif Kabupaten Ciamis pada periode April 2007 dari target Cakupan ASI Eksklusif yang harus dicapai yaitu sebesar 65 %, dimana Wilayah Kerja Puskesmas Tambaksari termasuk salah satu puskesmas dengan cakupan ASI Eksklusif rendah yaitu 23,2 %. Rendahnya pemberian ASI Eksklusif di kalangan ibu dapat diasumsikan penyebabnya adalah kurang baik perilaku kesehatan seseorang. Menurut teori Lawrence Green dikutip dari Notoatmodjo (2003) bahwa perilaku seseorang ditentukan atau dibentuk dari beberapa faktor, diantaranya oleh pengetahuan dan sikap.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46,8% responden mempunyai pengetahuan dengan kategori kurang tentang ASI Eksklusif, sebanyak 54,8% mempunyai sikap dengan kategori unfavorable tentang ASI Eksklusif dan sebanyak 77,1% mengatakan memberikan ASI Eksklusif. Sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemberian ASI Eksklusif.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dan litreratur dalam mengatasi masalah pengetahuan, sikap dan pemberian ASI Eksklusif sehingga dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI Eksklusif diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI Eksklusif oleh ibu kepada bayinya.

Kata kunci : Pengetahuan, sikap, dan ASI Eksklusif
Kepustakaan : 22 (2001-2008)

Sabtu, 09 November 2013


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Secara individu, manusia pada usia di atas 50 tahun terjadi proses penuaan  secara alamiah, sehingga timbul masalah fisik, mental, sosial, ekonomi, dan psikologis. Serta dengan bergesernya pola perekonomian dari pertanian ke industri maka pola penyakit juga bergeser dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular (degeneratif).
Perubahan status sosial lansia dapat mempengaruhi kepribadian, yang berakibat tidak baik bagi lansia jika  tidak mampu menghadapinya. Demikian halnya pada aspek ekonomi, kondisi lanjut usia akan menyebabkan kemunduran di bidang ekonomi, yang ditandai adanya masa pensiun yang berakibat turunnya pendapatan, hilangnya fasilitas-fasilitas, kekuasaan, wewenang dan penghasilan. Sedangkan pada aspek psikologi pada umumnya setiap lansia menginginkan keadaan panjang umur, menghemat tenaga, tetap berperan sosial, mempertahankan hak dan hartanya, tetap berwibawa, meninggal secara terhormat. Apabila proses usia lanjut tersebut tidak sesuai dengan keinginan-keingianan tadi, maka akan dirasakan sebagai beban mental yang cukup besar yang dapat menyebabkan gangguan dalam keseimbangan mental.   
Jumlah dan persentase lansia yang berusia 50 tahun ke atas di Indonesia senantiasa terus meningkat dari tahun ke tahun dan besarnya, pada tahun 1980 adalah sebanyak 11,4 % dari jumlah penduduk, tahun 1985 sebanyak 13,3 %,  tahun 1990 sebanyak 16 %, tahun 2000 sebanyak 22,2 % dan pada tahun 2020 jumlah lansia diperkirakan sebanyak 29,12 % dari jumlah seluruh penduduk Indonesia (Darmojo dalam Nugroho, 2008).
Secara umum masalah kesehatan pada seorang lansia diawali dengan terjadinya masalah pada usia 45 tahun atau lebih, sehingga pada usia terebut dikatakan sebagai pra lansia (Dinkes. Prop. Jabar, 2003).
Puskesmas yang ada di Kota ..... berjumlah 10 Puskesmas,sehingga jumlah lansia yang ada di Kota Banjar dapat dibina melalui program pembinaan lansia yang dilaksanakan oleh Puskesmas dan instansi-instansi lainnya yang terkait secara lintas program maupun lintas sektoral (Dinkes ...., 2011).
Program pembinaan kesehatan lansia sebagai salah satu program kegiatan Puskesmas sudah dirintis sejak tahun 1986 dengan menetapkan satu Kabupaten dan dua Puskesmas tiap Provinsi di Indonesia. Pada tahun 1993 dikembangkan  kegiatan berupa deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) lansia sebagai alat pencatat hasil pemeriksaan.
Jumlah lansia yang berusia 45 tahun ke atas di Kota ...., berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota ..... pada akhir tahun 2011 adalah sebanyak 8.588 jiwa dan jumlah lansia terbanyak di Kota .... pada tahun 2011 terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota .... yaitu sebanyak 2.409 jiwa. Pelaksanaan pembinaan lansia di wilayah kerja Puskesmas .... Kota .... dilaksanakan di beberapa desa yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas ...., dimana sebanyak 5 posyandu lansia terdapat di Desa ...., Desa ....sebanyak 4 posyandu lansia, Desa .... sebanyak 5 posyandu lansia, dan dari data tersebut diketahui pula bahwa presentasi lansia yang dibina ternyata masih jauh dari cakupan target pembinaan pelayanan kesehatan pralansia dan pelaksanaan pembinaan lansia pada tahun 2011 yang aktif mengikuti posyandu lansia adalah sebesar 27,3 %.
Adapun frekuensi kegiatan pembinaan kelompok yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas ..... Kota .... diantaranya adalah penyuluhan, bimbingan rohani yang dilakukan setiap dilakukan pengajian, senam yang dilakukan 1 bulan sekali pada 6 posyandu lansia, pemeriksaan protein dilakukan 1 kali dalam 1 tahun, pemeriksaan golongan darah sebanyak 1 kali dalam 1 tahun, dan kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh 8 posyandu lansia. Namun dari kegiatan tersebut tidak seluruh lansia yang mengikuti kegiatan yang diprogramkan, lansia kurang ikut berperan serta dalam kegiatan yang dilaksanakan. Hal ini terlihat dari jumlah lansia yang mengikuti posyandu lansia yaitu sebanyak 27,3 % lansia saja.
Jumlah usia lanjut yang meningkat saat ini akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan baik fisik, mental maupun sosial ekonomi. Untuk itu perlu pengkajian masalah usia yang lebih mendasar agar tercapai tujuan pembinaan kesehatan usia yaitu mewujudkan derajat kesehatan serta optimal.
Dalam peningkatan peran serta masyarakat dapat dilaksanan dengan
bentuk penyuluhan kesehatan yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanan dan penilaian upaya kesehatan usia lanjut dalam rangka menciptakan kemadirian masyarakat. Masyarakat harus memberikan mendukung kepada lansia untuk mengikuti program pembinaan kesehatan khususnya pada kelompok lansia. Lansia harus diberi pengertian dan pehaman yang baik mengenai program pembinaan kelompok lansia itu sendiri. Pengetahuan dan sikap lansia merupakan faktor kunci utama yang dapat membentuk pemahaman lansia mengenai fungsi dan manfaat program pembinaan lansia karena dengan pengetahuan dan sikap yang baik dari lansia mengenai program pembinaan lansia tersebut lansia dapat berperan aktif mengikuti program pembinaan lansia sehingga program pembinaan kelompok lansia tersebut dapat berjalan secara optimal (Asfiyati, 2012). Pendapat ini juga diperkuat oleh pendapat yang dikemukakan oleh Notoatmodjo (2010) bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah pendidikan dan sikap.
Berdasarkan data tersebut di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota .....

Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota .... ?

Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota ....
Tujuan khusus
Untuk mengetahui pengetahuan lansia tentang program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota ....
Untuk mengetahui sikap lansia tentang program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ,.... Kota ....
Untuk mengetahui status ekonomi lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota .....
Untuk mengetahui peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota .....
Untuk mengetahui faktor pengetahuan yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ....  Kota .....
Untuk mengetahui faktor sikap yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota ....
Untuk mengetahui faktor status ekonomi yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota .....

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini secara umum diharapkan memberi bahan masukan untuk dapat memecahkan masalah kesehatan. Adapun manfaat penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Bagi Puskesmas ...Kota ...
Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan konseling kepada lansia tentang pentingnya program pembinaan kelompok lansia.
Bagi Institusi STIKes ....
Menambah referensi di perpustakaan sehingga dapat menjadi bahan masukan bagi mahasiswa yang membutuhkannya.
Bagi Profesi Keperawatan
Diharapkan dapat memberikan gambaran kepada profesi keperawatan mengenai peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia..

Keaslian Penelitian
Penelitian mengenai lansia sebelumnya pernah dilakukan oleh Tresna (2009) dengan judul “hubungan antara pengetahuan dan sikap lansia terhadap dengan kunjungan lansia ke posbindu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kabupaten .....”. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif, dengan populasi yang diteliti adalah lansia. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap, dan kunjungan lansia, serta hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap lansia terhadap dengan kunjungan lansia ke posbindu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kabupaten .....
Perbedaan penelitian yang dilakukan peneliti dengan penelitian sebelumnya terletak pada beberapa hal, diantaranya masalah yang diteliti dimana pada penelitian sebelumnya diteliti mengenai kunjungan lansia sedangkan pada penelitian ini meneliti mengenai peran serta lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dalam penelitian ini diteliti mengenai status ekonomi serta populasi yang diteliti adalah lansia dari Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota ....

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

Tinjauan Pustaka
Peran Serta Lansia
Peran serta merupakan faktor kunci utama yang bisa menilai suatu kegiatan berjalan atau tidak berjalan. Peran serta sendiri adalah keikutsertaaan seseorang dalam suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara mengikuti secara rutin dan / atau mengikuti sesuai anjuran (Pramudia, 2009). Sedangkan menurut Retnoningsih (2005), peran serta dapat diartikan sebagai ikut atau mengikuti seseorang secara bersama-sama dalam suatu kegiatan.

Program Pembinaan Kelompok Lansia
Keberhasilan Pembangunan Nasional disegala bidang menyebabkan jumlah lanjut usia yang ada dari tahun ke tahun terus meningkat, maka hal  ini akan menjadi masalah baru bagi pemerintah, yaitu akan menghambat di dalam proses pembangunan pemerintah. Sehiongga pemerintah harus berupaya untuk menanggulangi masalah lansia, salah satunya, yaitu dengan  mengadakan program pembinaan lanjut usia yang dilaksanakan oleh Puskesmas atau pihak/instansi yang terkait lainnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Upaya kesehatan usia lanjut adalah upaya kesehatan paripurna dasar dan menyeluruh dibidang kesehatan usia lanjut yang meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan. Tempat pelayanan kesehatan tersebut bisa dilaksanakan di Puskesmas- Puskesmas ataupun Rumah Sakit serta Panti- panti dan institusi lainya. Tekhnologi tepat guna dalam upaya kesehatan usia lanjut adalah tekhnologi yang mengacu pada masa usia lanjut setempat, yang didukung oleh sumber daya yang tersedia di masyarakat, terjangkau oleh masyarakat diterima oleh masyarakat sesuai dengan azas manfaat.
Peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan usia lanjut adalah peran
serta masyarakat baik sebagai pemberi pelayanan kesehatan maupun penerima pelayanan yang berkaitan dengan mobilisasi sumber daya dalam pemecahan masalah usia lanjut setempat dan dalam bentuk pelaksanan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan usia lanjut setempat (Asfriyati, 2012).
Kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan program pembinaan kelompok lansia sehingga kurangnya peran serta lansia menurut Khadijah (2010) antara lain ...

Kerangka Konsep dan Kerangka Kerja
Kerangka Konsep
Kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan program pembinaan kelompok lansia menurut Khadijah (2010) antara lain: pengetahuan, jarak, dukungan keluarga, sikap, kader PPK lansia, status ekonomi.
Kerangka konsep dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Kerangka Kerja
Adapun kerangka kerja dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : ....

Hipotesis Penelitian
Tidak ada / ada pengaruh faktor ....terhadap peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Hasan (2004), penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai dari suatu variabel, dalam hal ini variabel mandiri, baik satu variabel maupun lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain.

Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek (Notoatmodjo, 2005), dimana pengumpulan data dilakukan sekaligus pada suatu saat dengan menggunakan kuesioner, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota .....

Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2005). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota .... pada saat penelitian berlangsung yang berjumlah ... orang.

Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian
Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota ....pada tanggal .....

Ukuran Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diwakilkan sebagai objek penelitian dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2005).
Karena jumlah populasi yang terlalu banyak yaitu lebih dari 1000, maka penulis dalam pengambilan sampel menggunakan rumus dari Yamane yang dikutip oleh Rakhmat dalam Riduwan (2005), sebagai berikut : ...
Teknik Sampling
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diwakilkan sebagai objek penelitian dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2005). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsional random sampling

Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2002). Variabel dalam penelitian ini adalah :
Variabel independent dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan status ekonomi.
Adapun variabel dependent dalam penelitian ini adalah program pembinaan kelompok lansia.

Definisi Operasional
.....

Cara Pengumpulan Data
Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi (Godam, 2011). Data primer dalam penelitian ini adalah .....

Data Sekunder
Data sekunder dalam penelitian ini adalah data pendukung yang diperoleh dari ......

Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar .... untuk responden. ....dalam penelitian berisi tentang ..... Soal-soal dalam kuesioner tersebut terlebih dahulu dianalisis baik validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, maupun daya pembeda.
Uji validitas dan reliabilitas telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota .... terhadap ... orang. Pertanyaan dalam kuesioner penelitian dinyatakan valid karena nilai rhitung > rtabel (0.436 – 0.646 > 0.361).
Reliabilitas
Pertanyaan dalam penelitian dinyatakan reliabel karena nilai α lebih besar dari r tabel (0.736 > 0.361).

Jalannya Penelitian
Penelitian ini dimulai dari penentuan judul penelitian dengan melakukan studi pendahuluan dan melakukan pencarian data untuk menentukan latar belakang dan rumusan masalah juga menentukan tujuan penelitian dan menentukan tinjauan teoritis yang berhubungan dengan judul penelitian. Kemudian setelah itu menentukan variabel penelitian dan definisi operasional, yang berguna untuk mengumpulkan data, kemudian data yang sudah terkumpul dibuat dalam bentuk kuesioner dan diisi disesuaikan dengan kondisi responden yang menjadi sampel dalam penelitian. Sebelum melakukan penelitian maka peneliti pada tanggal .....

Strategi Analisis
Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan alat bantu program komputer, dengan langkah-langkah sebagai berikut : ....
Analisa Data
Analisa Univariat
Analisa univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Adapun data yang dianalisis menggunakan analisa univariat adalah : pengetahuan, sikap, status ekonomi, dan program pembinaan kelompok lansia.
Selanjutnya data mengenai pengetahuan ditabulasi, diinterpretasikan kemudian diproses dengan menggunakan rumus cut off point yaitu ....

Analisa Bivariat
Adapun data yang dianalisis menggunakan analisa bivariat dalam penelitian ini adalah : faktor pengetahuan yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia, faktor sikap yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia, faktor status ekonomi yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia.

Etika Penelitian
Etika dalam penelitian merupakan hal yang sangat penting karena penelitian yang dilakukan langsung berhubungan dengan manusia. Beberapa etika yang harus diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut : ....

BAB IV


 
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian 
Gambaran Umum
....
Analisa Data
Analisa Univariat
Pengetahuan Lansia Tentang Program Pembinaan Kelompok Lansia
Pada tabel 4.3 di atas diketahui bahwa sebanyak 38 responden (41,3 %) mempunyai pengetahuan yang baik tentang program pembinaan kelompok lansia, dan sebanyak 54 responden (58,7 %) berpengetahuan tidak baik.

Sikap Tentang Program Pembinaan Kelompok Lansia
Pada tabel 4.4 di atas diketahui bahwa sebanyak 41 responden (44,6 %) mempunyai sikap dengan kategori favorable dan sikap dengan kategori unfavorable sebanyak 51 responden (55,4 %).

Tingkat Ekonomi Responden
Pada tabel 4.5 di atas diketahui bahwa sebanyak 18 responden (19,6 %) mempunyai tingkat ekonomi kurang dari Rp. 780.000 dan sebanyak 74 responden (80,4 %) tingkat ekonominya lebih dari Rp. 780.000.

Peran Serta Responden Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Pada tabel 4.6 di atas diketahui bahwa sebanyak 51 responden (55,4 %) ikut serta dalam program pembinaan kelompok lansia dan sebanyak 41 responden (44,6 %) tidak ikut serta.

Analisa Bivariat
Faktor Pengetahuan Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.043, hal ini menunjukan bahwa faktor pengetahuan mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia.

Faktor Sikap Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.041, hal ini menunjukan bahwa faktor sikap yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia.

Faktor Tingkat Ekonomi Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.037, hal ini menunjukan bahwa faktor tingkat ekonomi yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia.


Pembahasan
Analisa Univariat
Pengetahuan Lansia Tentang Program Pembinaan Kelompok Lansia
Pengetahuan lansia yang kurang merupakan faktor penyebab mendasar karena sangat mempengaruhi perilaku lansia termasuk pula terhadap peran serta pada program pembinaan kelompok lansia. Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap objek-objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba (Notoatmodjo, 2003).

Sikap Tentang Program Pembinaan Kelompok Lansia
Sikap (attitude) adalah pola perilaku, kondensi atau kesiapan antisipasif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimulasi sosial yang tclah terkondisikan (Azwar, 2001).
Tingkat Ekonomi Responden
Tingkat ekonomi atau status ekonomi merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan lansia. Status ekonomi lansia juga berpengaruh terhadap aktifitas kegiatan yang diikuti lansia karena lansia harus terlebih dahulu memenuhi kebutuhan ekonominya sebelum melakukan kegiatan lainnya dan status ini merupakan bagian penting yang mempengaruhi kebutuhan lansia.

Peran Serta Responden Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Peran serta merupakan faktor kunci utama yang bisa menilai suatu kegiatan berjalan atau tidak berjalan. Peran serta sendiri adalah keikutsertaaan seseorang dalam suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara mengikuti secara rutin dan / atau mengikuti sesuai anjuran (Pramudia, 2009). Sedangkan menurut Retnoningsih (2005), peran serta dapat diartikan sebagai ikut atau mengikuti seseorang secara bersama-sama dalam suatu kegiatan.

Analisa Bivariat
Faktor Pengetahuan Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Umumnya lansia tidak mengetahui keberadaan dan manfaat dari program pembinaan kelompok lansia (PPK). Hal ini dapat diatasi dengan penyuluhan atau sosialisasi tentang keberadaan dan manfaat posyandu lansia, sehingga mendorong lansia untuk datang dan merasakan sendiri manfaat dari keberadaan PPK lansia. Dengan menghadiri kegiatan PPK, lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan PPK lansia

Faktor Sikap Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan PPK. Dengan sikap yang baik tersebut, lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di PPK lansia. Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek. Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons.

Faktor Tingkat Ekonomi Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Tingkat ekonomi atau status ekonomi merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan lansia. Status ekonomi lansia juga berpengaruh terhadap aktifitas kegiatan yang diikuti lansia karena lansia harus terlebih dahulu memenuhi kebutuhan ekonominya sebelum melakukan kegiatan lainnya dan status ini merupakan bagian penting yang mempengaruhi kebutuhan lansia.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas .... mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia didapat kesimpulan sebagai berikut :
Sebagian besar responden (58,7 %) mempunyai pengetahuan yang tidak baik tentang program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota ....
Sebagian besar responden (55,4 %) mempunyai lansia yang unfavorable tentang program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota ...
Sebagian besar responden (80,4 %) mempunyai status ekonomi lebih dari Rp. 780.000 di Wilayah Kerja Puskesmas ....Kota ...
Sebagian besar responden (55,4 %) ikut serta dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota ...
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.043, hal ini menunjukan bahwa ....
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.041, hal ini menunjukan bahwa .....
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.037, hal ini menunjukan bahwa .....

Saran
Berkaitan dengan hasil penelitian yang diperoleh mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut :
Untuk STIKes ....
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan literatur di perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan .... sehingga dapat dijadikan bahan acuan bagi penelitian yang akan dilakukan pada masa mendatang dengan masalah yang sama.
Untuk Profesi Keperawatan
Diharapkan profesi keperawatan memberikan penyuluhan kepada lansia yang mempunyai pengetahuan kurang dan sikap yang unfavorable tentang pentingnya program pembinaan kelompok lansia dan profesi keperawatan juga diharapkan menyarankan kepada lansia yang berpenghasilan lebih dari Rp. 780.000 untuk mengikuti program pembinaan kelompok lansia.
Untuk Instansi / Puskesmas ...
Disarankan kepada petugas kesehatan khususnya perawat untuk memberikan konseling kepada lansia yang berpengetahuan kurang dan sikap yang unfavorable tentang program pembinaan kelompok lansia. Selain itu perawat diharapkan memberikan masukan kepada lansia yang berpenghasilan lebih dari Rp. 780.000 untuk lebih aktif ikut serta dalam program pembinaan lansia.




 
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT Rhineka Cipta. Jakarta.
................ dll

JUDUL-JUDUL SKRIPSI KESEHATAN



1.      Hubungan Perawatan Kesehatan Keluarga Dengan Depresi Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Cuci Darah Di RSU ....
2.      Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Asi Eksklusif Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan....
3.      Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Lansia Dengan Kunjungan Lansia Ke Posbindu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan...
4.      Studi Fenomenologi Pengalaman Keluarga Dalam Menunggu Pasien Di RSU ...
5.      Hubungan Antara Pengetahuan Keluarga Tentang Air Bersih Dengan Kejadian Diare  Dalam Satu Bulan Terakhir Di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa /  Kecamatan ....
6.      Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Tentang Perawatan Penyakit Skabies Pada Anak Di Bawah Umur 5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
7.      Gambaran Jenis Persalinan Pada Ibu Hamil Dengan Plasenta Previa Di RSU ...
8.      Implementasi Keterampilan Interpersonal Dan Intelektual Perawat Pada Ibu Yang Mengalami Stress Karena Kematian Janin Dalam Kandungan Di RSU  ...
9.      Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Makanan Pendamping Air Susu Ibu (Mp Asi) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Atas Usia 6–12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
10.  Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Demam Typhoid Dengan Kejadian Demam Typhoid Pada Anak Di  RSU ...
11.  Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi Elektif Di RSU ...
12.  Hubungan Karakteristik Lansia Dengan Kemauan Berobat Secara Teratur Pada Lansia Yang Menderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa /  Kecamatan ...
13.  Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Scabies Dengan Kejadian Penyakit Scabies Pada Balita Yang Datang Berobat di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
14.  Hubungan Antara Perilaku Perawat Dengan Mutu Pelayanan Keperawatan Di           RSU ...
15.  Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Tanda Bahaya Neonatus  0 – 7 Hari di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
16.  Studi Kasus Pelaksanaan Perawatan Dekubitus Di RSU ...
17.  Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Terhadap Kemauan  Penderita Tb Paru Mengikuti Program Pengobatan Tb Paru di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
18.  Hubungan Antara Keterlibatan Pasien Dalam Penyusunan Rencana Tindakan Asuhan Keperawatan Dengan Pelaksanaan Tindakan Di RSU ...
19.  Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Deteksi Dini Resiko Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
20.  Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan Dengan Kepuasan Pasien Di RSU ...
21.  Hubungan Faktor Determinan Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 1 – 4 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
22.  Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Perawatan Talasemia Pada Anak Yang Mendapat Transfusi Di RSU ...
23.  Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Pendamping Air Susu Ibu  Dengan Status Gizi Balita Usia 6 – 24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
24.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Asi Eksklusif Pada Balita Usia 0 – 6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
25.  Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seksual di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
26.  Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pasien Pre Operasi Katarak Di Balai Pengobatan Mata / RSU ...
27.  Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Perawat Pelaksana Tentang Dekubitus Dengan Kejadian Dekubitus Di RSU ...
28.  Hubungan Faktor-Faktor Penyakit Karies Gigi Dengan Penyakit Abses Gigi di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU ...
29.  Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Perawat Dengan Perawatan Luka Operasi Benigna Prostatic Hypertrophy  Di RSU ...
30.  Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Perawat Tentang Kepatuhan Pemakaian Sarung Tangan Pada Tindakan Kateterisasi Vena Perifer Di RSU ...
31.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Di di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ....
32.  Gambaran Pelaksanaan Penerapan KU Pada Perawat Pelaksana  Ruang Rawat Inap  (Seperti Cuci Tangan, Pemakaian PPD, Desinfeksi Dan Mencegah Tertusuk Benda Tajam) Sesuai Dengan Prosedur Dan Pedoman Yang Ada Di RSU ...
33.  Gambaran Pengetahuan Pasien Dan Keluarga Tentang Pencegahan Infeksi Pascaoperasi di RSU …
34.  Hubungan Antara Sumber-Sumber Informasi Dengan Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / SMU ....
35.  Hubungan Antara Usia Dengan Perdarahan Uterus Disfungsional Di RSU …
36.  Gambaran Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Pada Pasien Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU....
37.  Hubungan Antara Pengetahuan Perawat Perempuan Tentang Kanker Leher Rahim(Serviks) Dengan Pemeriksaan Pap Smear Di RSU ...
38.  Persepsi Keluarga Dan Lansia Tentang Pemenuhan Kebutuhan Lansia Selama Tinggal Bersama Dalam Satu Rumah di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU ....
39.  Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kecemasan Pada Mahasiswa ....
40.  Gambaran Konsep Diri Pasien Diabetes Mellitus Komplikasi Gangren di RSU ...
41.              Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil yang Mengalami Molahidatidosa di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU ....
42.              Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Diare Pada Bayi Umur 0 – 6 Bulan Yang Mendapatkan PASI di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU ....
43.              Gambaran Kepuasan Akseptor Pil Dalam Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ....
44.              Gambaran Tentang Kejadian Asfiksia Di RSU / Puskesmas ....
45.              Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Dalam Komunikasi Terafeutik Pada Anak Usia Pra Sekolah (3-6 Tahun) di Puskesmas / RSU....
46.              Hubungan Antara Pengetahuan Stimulasi Ibu Dengan Perkembangan Anak Usia 4 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan....
47.  Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Deteksi Dini Resiko Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
48.  Gambaran Pengetahuan Bidan Tentang Kemitraan Dalam Proses Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
49.  Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Vitamin A Bagi Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
50.  Hubungan Antara Faktor Umur Dengan Usia Persalinan Di RSU ...
51.  Perbedaan Manfaat Penambahan Folaxyn Pada Terapi Ramabion Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Ibu Hamil di RB ...
52.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan 2 Jam Post Partum Di RSU ...
53.  Gambaran Penatalaksanaan Asuhan Sayang Ibu Selama Proses Persalinan Pada Ibu Bersalin Di di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ...
54.  Penatalaksanaan Asuhan Persalinan Normal di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ...
55.  Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Dan Komplikasi Aborsi di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / SMU ...
56.  Gambaran Pengetahuan Remaja (17-19 Tahun)  Tentang Hubungan Seks Pra Nikah Pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / SMU ...
57.  Gambaran Penatalaksanaan Pra Dan Post Operasi Sesar Oleh Bidan Di RSU …
58.  Penatalaksanaan Pencegahan Hypotermi Oleh Tenaga Kesehatan Pada Bayi berat Lahir Rendah di RSUD ...
59.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Ibu dengan Abortus Imminens di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
60.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Lahir Dengan Asfiksia di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
61.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Dengan Ikterus Neonatorum di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
62.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Dengan Blenorhoe di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
63.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Dengan  Prematur di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
64.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin Dengan Cephalo Pelvic Disproportion Pre Operasi Sectio Caesar di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
65.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energi Kronis di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
66.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Balita Dengan Diare di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
67.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Normal di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
68.  Penatalaksanaan Bounding Attachmen Pada Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
69.  Penatalaksanaan Efek Samping Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (IMPLANT) di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
70.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Wanita Dengan Kontrasepsi Tubektomi di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
71.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Post Operatif Kista Ovarium Di              RSU ...
72.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Manajemen Kala IV di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
73.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan pada Pasien Pre Kuret dengan Mola Hidatidosa Di Rumah Sakit Umum Kota Banjar Tahun 2007
74.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Tentang Pemasangan Iud Pada Akseptor Kb di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
75.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Tentang Pencegahan Kelahiran Prematur Pada Ibu dengan Prematur Kontraksi di RSU ...
76.  Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea di             RSU ...
77.  Gambaran Pengetahuan Tentang Kehamilan Tidak Diharapkan di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / SMU ....
78.  Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Kb Iud di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
79.  Gambaran Karakteristik Ibu Yang Mempunyai Balita Dengan Malnutrisi di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
80.  Gambaran Faktor Risiko Persalinan Preterm di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
81.  Gambaran Pelaksanaan Konseling Oleh Bidan Pada Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
82.              Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Payudara di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
83.              Gambaran Tingkat Keaktifan Kader Dalam Posyandu Di di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan....
84.              Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Manfaat Ante Natal Care Di di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan....
85.              Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Molahidatidosa di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
86.              Gambaran Kepuasan Ibu Hamil Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak (Kia) di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
87.              Gambaran Pengetahuan Orang Tua Tentang Pneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU ....
88.              Gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU....
89.              Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang  Pre Eklamsi Ringan di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU ....
90.              Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Imunisasi Bcg Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
91.              Gambaran Pengetahuan Kader Tentang Anemia Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan....
92.              Gambaran Pengetahuan Bidan tentang Penatalaksanaan Asuhan Persalinan (APN) di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
93.              Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pre Eklamsi Berat di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
94.              Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
95.              Gambaran Pengetahuan Ibu Postpartum Tentang Perawatan Tali Pusat di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
96.              Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Tetanus Toxoid (Tt) di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan....
97.  Hubungan Pengetahuan Kader Posyandu Tentang Posyandu Dengan Tingkat Perkembangan Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
98.  Gambaran Pengetahuan Gizi Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
99.  Hubungan Antara Karakteristik Ibu Yang Mempunyai Balita (Usia 1 – 5 Tahun) Dengan Status Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
100.          Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Poskesdes di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
101.          Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Ibu Bersalin Dengan Pemilihan Pertolongan Persalinan Oleh Dukun Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
102.          Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Dalam Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan /             RSU  ...
103.          Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Dan Pencegahan Hiv/Aids Berdasarkan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan /  SMU ...
104.          Hubungan Gangguan Konsep Diri Dengan Perubahan Kondisi Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ...
105.          Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Ibu yang Memberikan Susu Formula dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Umur 7 – 24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
106.          Gambaran Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Status Gizi Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
107.          Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
108.          Hubungan Antara Pemeriksaan Kehamilan K4 Dengan Pemilihan Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
109.          Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Pengolahan Zat Gizi Dalam Makanan Dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
110.          Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Melahirkan Tentang Imunisasi Uniject Hepatitis B Dengan Imunisasi Uniject Hepatitis B Pada Bayi Usia 0 – 7 Hari  di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ...
111.          Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketaatan Lansia Berkunjung Ke Posbindu Di Dusun Banjar di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ....
112.          Gambaran Karakteristik Ibu Akseptor KB  Suntik di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
113.          Gambaran Tingkat Keaktifan Kader Dalam Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan....
114.          Hubungan Antara Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Sikap Remaja Dalam Menghadapi Menstruasi Awal Kelas Vii di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / SMU ....
115.          Faktor-Faktor Penyebab Kecemasan Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
116.          Hubungan Antara   Kehamilan  Diinginkan / Tidak   Diinginkan Dengan Kejadian  Abortus   Spontan/Disengaja Pada Pasien Yang Ditangani Dokter Spesialis  Obgin  Di  RSU ...
117.          Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Hiv/Aids di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / SMU ....
118.          Gambaran Dukungan Informatif Pada Ibu Primigravida Terhadap Kecemasan Dalam Proses Persalinan Di di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
119.          Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU....
120.          Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi Kurang Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU ....
121.          Pengaruh Antara dan KEK dengan Kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU....
122.          Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Pekerjaan Ibu Dengan Pola Pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU ....
123.          Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Yang Mengalami Perdarahan Antepartum Dengan Plasenta Previa di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
124.          Gambaran Pengetahuan Penderita TBC Paru Dewasa Tentang Penyakit Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU ....
125.          Faktor-Faktor Biologis Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak 0-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan ....
126.          Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Adaptasi Psikososial Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
127.          Hubungan Antara Berat Badan Lahir Dengan Tingkat Asfiksia di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
128.          Hubungan Antara Dukungan Suami Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Iud Pada Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas / Desa / Kecamatan / RSU / RB ....
129.          Hubungan Rotasi Kerja Dengan Kecemasan Kerja Perawat Di RSU ...
130.          Pengaruh Pemberian Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Di Puskesmas / RSU ...
131.          Gambaran Pembinaan Pegawai di Puskesmas / RSU ...
132.          Hubungan Antara Strategi LMCB Dengan Kepuasan Pasien Di Puskesmas ...
133.          Hubungan antara Penerapan Sistem Kewaspadaan Dini dengan Kejadian Luar Biasa Diare di Puskesmas ...
134.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA PADA MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ......
135.          GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
136.          GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMPUNYAI BALITA TENTANG GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
137.          GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KUNJUNGAN ANC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
138.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMPUNYAI BATITA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI DESA ...
139.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BAYI TENTANG IMUNISASI DPT-HB DI DESA ....
140.          HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA UMUR 6 – 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ....
141.          KARAKTERISTIK IBU YANG MELAHIRKAN SEROTINUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ...
142.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
143.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERSALINAN DI DESA TANJUNGSUKUR KECAMATAN ...
144.          GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN IBU HAMIL TERHADAP KUNJUNGAN ANTENATAL CARE KESATU OLEH BIDAN DESA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
145.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG VITAMIN A DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ....
146.          GAMBARAN PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG BAYI BERAT LAHIR RENDAH  (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
147.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI IMPLANT DI KELURAHAN BENTENG WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
148.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
149.          GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG MENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
150.          GAMBARAN SIKAP IBU YANG MEMPUNYAI ANAK USIA 0 – 5 TAHUN TERHADAP KEGIATAN POSYANDU DI DESA ...
151.          PERBEDAAN TINGKAT KEPUASAN KELUARGA TENTANG PELAYANAN PERAWATAN PASIEN JAMKESMAS DAN PASIEN UMUM DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT ...
152.          HUBUNGAN PENGETAHUAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT TB PARU DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS ...
153.          FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA TEMPAT PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
154.          HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KLASIFIKASI PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS .... DAN PUSKESMAS ...
155.          HUBUNGAN PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT TB PARU SESUAI DOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
156.          PENGARUH PROGRAM JAMINAN PERSALINAN TERHADAP KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG TERATAI I RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ...
157.          FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN SERTA LANSIA DALAM PROGRAM PEMBINAAN KELOMPOK LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
158.          GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA ATONIA UTERI PADA IBU BERSALIN PUSKESMAS ....
159.          GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU POST PARTUM PADA PELAKSANAAN IMD DI DESA KERTAJAYA WILAYAH KERJA PUSKESMAS ....
160.          HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KLIMAKTERIUM DENGAN SIKAP WANITA MENJELANG MENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
161.          GAMBARAN DUKUNGAN SUAMI PADA AKSEPTOR KB IUD TENTANG ALAT KONTRASEPSI IUD DI KECAMATAN ...
162.          HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN DIARE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH  KERJA PUSKESMAS ...
163.          GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA KELAS VIII TENTANG PENDIDIKAN PENCEGAHAN SEKS BEBAS DI SMP NEGERI ...
164.          GAMBARAN SIKAP AKSEPTOR KB PIL DALAM PENGGUNAAN KB PIL DI DESA .... WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
165.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMPUNYAI BALITA TENTANG POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
166.          FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERATURAN BEROBAT PADA LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
167.          HUBUNGAN ANTARA KINERJA JURU PEMANTAU JENTIK (JUMANTIK) DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
168.          GAMBARAN PERSEPSI AKSEPTOR TENTANG ALAT KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA INTRA UTERINE DEVICE (IUD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
169.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI DESA .... WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
170.          GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN
171.          BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
172.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMPUNYAI BAYI 0 -1 TAHUN TENTANG IMUNISASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
173.          GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ....
174.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ....
175.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG PERUBAHAN FISIOLOGIS SELAMA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
176.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PENYAKIT YANG TERJADI PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
177.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
178.          GAMBARAN FAKTOR KOMPLIKASI OBSTETRIK TERHADAP KEMATIAN MATERNAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ...
179.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG VITAMIN K
180.          PADA BAYI BARU LAHIR DI DESA ... WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
181.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG TEKNIK MENGEDAN PADA SAAT PERSALINAN NORMAL DI BPS ... DESA ...
182.          GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG ALAT KONTRASEPSI IUD DI DESA ...
183.          GAMBARAN PENGETAHUAN SUAMI TENTANG PEMENUHAN HAK IBU SELAMA PROSES PERSALINAN DI DESA ...
184.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PENDERITA GANGGUAN REPRODUKSI TENTANG PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ...
185.          FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUNGAN DENGAN RENDAHNYA CAKUPAN METODE KONTRASEPSI IMPLANT DI DESA ...
186.          GAMBARAN  PELAKSANAAN  MOBILISASI PADA IBU PASCA OPERASI SECTIO CESARIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ...
187.          GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN REPRODUKSI DI SMP NEGERI...
188.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMPUNYAI BAYI USIA 0 – 11 BULAN TENTANG IMUNISASI DI KELURAHAN ...WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
189.          PENGARUH PARITAS DAN UMUR IBU BERSALIN TERHADAP PREEKLAMPSIA BERDASARKAN GEJALA KLINIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ...
190.          GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI YANG MEMBERIKAN MAKANAN PENDAMPING ASI SECARA DINI DI DESA ...
191.          PERBEDAAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK USIA 3 – 4 TAHUN DARI IBU BEKERJA DENGAN IBU TIDAK BEKERJA DI TK ....
192.          GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENYEBABKAN BENDUNGAN ASI PADA IBU POSTPARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
193.          GAMBARAN KARAKTERISTIK AKSEPTOR VASEKTOMI DI KELURAHAN ...
194.          FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN INFEKSI POST OPERASI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ...
195.          HUBUNGAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH...
196.          GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESENJANGAN PENCAPAIAN TARGET KUNJUNGAN IBU HAMIL KESATU DAN KUNJUNGAN IBU HAMIL KEEMPAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
197.          HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN POST OPERASI DI RUANG BEDAH INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH...
198.          GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ...
199.          GAMBARAN KARAKTERISTIK SUAMI IBU HAMIL DALAM RENCANA PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
200.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMILTRIMESTER 3  TENTANG SENAM HAMIL DI DESA ...
201.          GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA DARI PASANGAN USIA SUBUR 20 – 35 TAHUN TENTANG PARITAS DUA ATAU KURANG DALAM NORMA KELUARGA KECIL BAHAGIA DAN SEJAHTERA (NKKBS) DI KELURAHAN...
202.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU USIA 40 – 50 TAHUN TENTANG MENOPAUSE DI DESA,,,,
203.          GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG PERSIAPAN MENJELANG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS....
204.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG IMUNISASI TETANUS TOXOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
205.          GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI MADRASAH ALIYAH...
206.          HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI DI SMP...
207.          TINGKAT KECEMASAN SISWI DALAM MENGHADAPI MENARCHE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENSTRUASI DI MTS...
208.          FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI IBU TENTANG PENDIDIKAN SEKS PADA REMAJA DI DESA...
209.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
210.          GAMBARAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
211.          GAMBARAN PENGETAHUAN  IBU YANG MEMPUNYAI BALITA DENGAN STATUS PENIMBANGAN DI BAWAH GARIS MERAH TETANG GIZI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
212.          HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI PUSKESMAS...
213.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
214.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
215.          GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENDIDIKAN SEKS DI SMP NEGERI...
216.          GAMBARAN PELAKSANAAN BREAST CARE OLEH  IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
217.          HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP ASI) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6 – 12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
218.          GAMBARAN  TINGKAT KEPUASAN IBU HAMIL TENTANG PELAYANAN  PEMERIKSAAN KEHAMILAN OLEH BIDAN DI PUSKESMAS ...
219.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
220.          HUBUNGAN KARAKTERISTIK LANSIA DENGAN KETIDAKTERATURAN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
221.          FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH...
222.          HUBUNGAN ANTARA HIPERLIPIDAEMIA DAN KEBIASAAN MEROKOK PASIEN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ...
223.          GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KEPUTIHAN DI DUSUN ...
224.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG VITAMIN A DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
225.          GAMBARAN TINGKAT PENDIDIKAN, EKONOMI DAN PENGETAHUAN PADA IBU BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
226.          GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI KELURAHAN...
227.          GAMBARAN  PENGETAHUAN  DAN  SIKAP  PELAJAR  PUTRI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN MADRASAH TSANAWIAH TENTANG MENARCHE DI KECAMATAN...
228.          HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN MUTU PELAYANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH...
229.          PENATALAKSANAAN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
230.          HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEMATIAN PERINATAL DI RUMAH SAKIT UMUM...
231.          GAMBARAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK PADA AKSEPTOR KB DENGAN DEPO MEDROXY PROGESTERON ASETAT (DMPA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
232.          HUBUNGAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG .... RSUD....
233.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI HEPATITIS B PADA BAYI USIA 0 – 7 HARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...
234.          HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI BCG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS...
235.          GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA 6 – 24 BULAN DI DESA ...WILAYAH KERJA PUSKESMAS...

Catatan :
Semua judul yang tercantum adalah judul yang sudah mempunyai file dalam bentuk softcopy