Ketik Kata Yang Anda Cari

Memuat...

Minggu, 19 Agustus 2012

JURNAL PENELITIAN : GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PENYAKIT YANG TERJADI PADA BAYI BARU LAHIR


JURNAL PENELITIAN


GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PENYAKIT YANG TERJADI PADA BAYI BARU LAHIR


Peneliti                                    :
Pembimbing Utama                :
Pembimbing Pendamping       :

Abstrak
Berdasarkan data yang diperoleh dari salah satu pukesmas yang ada di Jawa Barat diketahui bahwa pada tahun 2010 jumlah neonatus adalah sebanyak 479 orang, dari jumlah tersebut terdapat 9 kasus pada neonatus yang meninggal yang disebabkan oleh aspirasi ASI, kelainan kongenital, BBLR dengan asfiksia, imatur dengan BBLR, ikterus, aspirasi, imatur, atresia ani. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang penyakit yang terjadi pada bayi baru lahir di salah satu puskesmas.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dekskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di Puskesmas tersebut yang berjumlah 51 orang dan jumlah sampel diambil dengan teknik total sampling yang berjumlah 51 kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner sedangkan analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat.
Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan tentang asfiksia sebanyak 23 responden (45,10 %) termasuk dalam kategori kurang, pengetahuan tentang pneumonia sebanyak 29 responden (56,86 %) termasuk dalam kategori kurang, pengetahuan tentang diare sebanyak 30 responden (58,82 %) termasuk dalam kategori kurang, dan pengetahuan tentang sepsis sebanyak 29 responden (56,86 %) termasuk dalam kategori kurang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu nifas tentang penyakit yang terjadi pada bayi baru lahir termasuk dalam kategori kurang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dan literatur dalam mengatasi masalah pengetahuan tentang masalah pada bayi baru lahir.









Latar Belakang
Menurut Wiknjosastro (2002), kematian perinatal dapat disebabkah oleh beberapa faktor ibu terdiri dari infeksi ibu hamil, gizi ibu hamil, umur, paritas, jarak, partus macet/lama, tenaga penolong persalinan, sedangkan faktor bayi adalah BBLR, asfiksia, pneumonia, diare, tetanus, sepsis, kelainan kongenital. 
Rendahnya pengetahuan ibu mengenai tanda bahaya neonatus, memberikan kontribusi besar terhadap tingginya kematian bayi di Indonesia (Wikipedia 2006). Kelahiran Bayi di Indonesia tahun 2006 diperkirakan 70 – 80 % berasal dari keluarga miskin dan berpengetahuan rendah. Banyak ibu yang mempercayakan perawatan neonatus kepada orang tuanya, paraji, tetangga, sahabat, dan baby sitter.hal ini dapat menyebabkan bayi kurang terawat dengan baik yang pada akhirnya dapat disebabkan kesehatan bayi terganggu bahkan dapat menimbulkan kematian (www.infosehat.com).
Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas tersebut diketahui bahwa pada tahun 2010 jumlah neonatus adalah sebanyak 479 orang, dari jumlah tersebut terdapat 9 kasus pada neonatus yang meninggal yang disebabkan oleh aspirasi sebanyak 2 kasus, 1 kasus kelainan kongenital, 1 kasus BBLR dengan asfiksia, 1 kasus imatur dengan BBLR,            1 kasus ikterus, dan atresia ani sebanyak 1 kasus.




Masalah
Bagaimana Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Penyakit Yang Terjadi Pada Bayi Baru Lahir?

Tujuan Penelitian
Mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang penyakit yang terjadi pada bayi baru lahir

Kepustakaan
Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap objek-objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia. yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba (Notoatmodjo, 2003). Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau ketidakmampuan organ tubuh untuk beraktifitas secara normal (Depkes RI, 2007).  Penyakit yang diteliti dalam penelitia ini adalah penyakit yang terjadi pada bayi baru lahir, meliputi : asfiksia, pneumonia, diare, dan sepsis. Asfiksia neonatorum adalah keadaan neonatus yang tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur dalam 1 menit setelah lahir. Pneumonia adalah infeksi yang menyerang paru-paru yang ditandai dengan kesukaran bernapas atau napas sesak. Buang air besar yang tidak optimal dan bentuk tinja yang cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya (Bag. Ilmu Kes. Anak FKUI/ RSCM). Bayi dikatakan diare bila sudah lebih dari 3x buang air, sedangkan Neonatus dikatakan diare bila sudah lebih dari 4x buang air. Sepsis adalah infeksi umum akibat beredarnya kuman penyakit dalam darah yang biasanya disebabkan oleh bakteri. Ibu nifas adalah ibu yang telah mengalami partus selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu, akan tetapi seluruh alat genital baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 2 bulan (Prawirohardjo, 2002). Umur adalah usia individu yuang dihitung mulai saat lahir sampai saat berulang tahun (Nursalam, 2001).

Hasil Penelitian
Sebanyak 11 responden (21,57 %) mempunyai pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 17 responden (33,33 %), dan pengetahuan yang kurang sebanyak 23 responden (45,10 %).
Sebanyak 8 responden (15,69 %) mempunyai pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 14 responden (27,45 %), dan pengetahuan yang kurang sebanyak 29 responden (56,86 %).
Sebanyak 9 responden (17,65 %) mempunyai pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (23,53 %), dan pengetahuan yang kurang sebanyak 30 responden (58,82 %).
Sebanyak 9 responden (17,65 %) mempunyai pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 13 responden (25,49 %), dan pengetahuan yang kurang sebanyak 29 responden (56,86 %).
Pada tabel 4.10 diketahui bahwa distribusi frekuensi pengetahuan ibu nifas tentang penyakit yang terjadi pada bayi baru lahir yang dilakukan terhadap 51 responden termasuk kategori baik sebanyak 9 responden  (18,14 %), kategori cukup sebanyak 14 responden            (27,45 %), dan sebanyak 28 responden (54,41 %) termasuk kategori kurang.

Pembahasan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian responden mempunyai pengetahuan yang kurang tentang asfiksia. Kurangnya pengetahuan responden tentang asfiksia disebabkan karena kurangnya pengatamatan responden tentang masalah asfiksia karena pengetahuan adalah hasil setelah seseorang mengamati sesuatu. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang kurang. Kurangnya pengetahuan responden tentang pneumonia dapat disebabkan berbagai faktor diantara karena kurang berkembangnya cara berpikir responden, karena perkembangan cara berpikir seseorang dapat berpengaruh terhadap pengetahuan.
Kurangnya pengetahuan responden tentang diare disebabkan oleh kurangnya kesadaran responden tentang pentingnya pengetahuan tentang diare sehingga responden tidak mengetahui tentang diare. Hal ini sesuai dengan pendapat Notoatmodjo (2003) yang mengutarakan bahwa salah satu proses yang diperlukan untuk mengadopsi perilaku (pengetahuan) yang baru adalah kesadaran dimana seseorang telah menyadari dalam arti mengerti stimulus terlebih dahulu.
Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang kurang tentang sepsis. Kurangnya pengetahuan responden tentang dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan responden dalam mengingat materi tentang sepsis walaupun responden sebelumnya telah membaca atau menerima informasi tentang sepsis. Kemampuan responden dalam mengingat sesuatu termasuk dalam tingkat pengetahuan yaitu tingkat tahu.

Kesimpulan dan Saran
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu nifas tentang penyakit yang terjadi pada bayi baru lahir yang dilakukan terhadap 51 responden sebanyak 28 responden (54,41 %) termasuk kategori kurang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dan literatur dalam mengatasi masalah pengetahuan tentang masalah pada bayi baru lahir.

Daftar Pustaka
Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT Rhineka Cipta. Jakarta.

________. 2007. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT Rhineka Cipta. Jakarta.

Depkes RI. 2003. Modul 10 : Bayi Baru Lahir. Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. Jakarta.

Depkes RI. 2005. Panduan Pemantauan Willayah Setempat. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta.

Depkes RI. 2005. Pencegahan Penyakit Pneumonia. Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta.

Depkes RI. 2007. Pencegahan Penyakit Bayi. Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta.

Hasan. 2008. Berat Badan Lahir Rendah Pada Bayi Baru Lahir. Cipta Utama. Bandung.

Notoatmodjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. PT. Asdi Mahasatya. Jakarta.

___________. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan Edisi Revisi. Rineka Cipta Jakarta.

Sadulloh, dkk. 2007. Pedagogik. Cipta Utama. Bandung.

Saefuddin. 2002. Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.

Wikipedia. 2006. Penyebab Kematian Pada Bayi. http://www.wikipedia.org.id

Wiknjosastro. 2002. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.

__________. 2002. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.






Diposting Oleh : Andikha