Ketik Kata Yang Anda Cari

Memuat...

Kamis, 23 Agustus 2012

JURNAL PENELITIAN : GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN


JURNAL PENELITIAN


GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL
TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN



Abstrak
Masalah hubungan seksual merupakan kebutuhan biologis yang tidak dapat ditawar tetapi perlu diperhitungkan bagi mereka yang hamil. Pada hamil muda hubungan seksual sedapat mungkin dihindari bila terdapat keguguran berulang atau mengancam, kehamilan dengan tanda infeksi, kehamilan dengan perdarahan, kehamilan dengan mengeluarkan air, atau kehamilan dengan perlukaan di sekitar alat kelamin dengan luar (Manuaba, 2006).
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dekskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berjumlah 355 orang dan jumlah sampel diambil dengan teknik proporsional random sampling yang berjumlah 78 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner sedangkan analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat.
Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan termasuk dalam kategori kurang yaitu sebanyak 46 responden (58,54 %), yang meliputi pengetahuan ibu hamil tentang pengertian hubungan seksual selama kehamilan sebanyak 46 responden (58,97 %) termasuk kategori kurang, pengetahuan ibu hamil tentang posisi hubungan seksual selama kehamilan sebanyak 52 responden (66,67 %) termasuk kategori kurang, pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual yang harus dihindari selama kehamilan sebanyak 39 responden (50,00 %) termasuk kategori kurang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan termasuk dalam kategori kurang yaitu sebanyak 46 responden (58,54 %). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dan literatur dalam mengatasi masalah pengetahuan tentang hubungan seksual selama kehamilan.


Latar Belakang
Pada kehamilan tua sekitar 14 hari menjelang persalinan perlu dihindari hubungan seksual karena dapat membahayakan. Infeksi bisa timbul bila hubungan dilakukan kurang higienis, ketuban bisa pecah, dan persalinan mungkin terjadi karena sperma mengandung prostaglandin yang dapat merangsang persalinan. Pada mereka yang sering mengalami keguguran dapat terjadi rangsangan sehingga terjadi keguguran (Manuaba, 2006).
Berdasarkan data yang didapat dari tempat yang akan diteliti diketahui bahwa jumlah ibu hamil pada tahun 2010 adalah sebanyak 591 ibu hamil, sedangkan pada bulan Januari – Juni 2011 adalah sebanyak 355 ibu hamil, dimana dari jumlah tersebut sebanyak 12 persalinan merupakan persalinan prematur dan 11 kasus mengalami abortus.
Survey awal yang dilakukan oleh peneliti dengan cara membagikan kuesioner tentang hubungan seksual selama kehamilan terhadap 10 orang ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Langensari 1, diketahui bahwa sebanyak 6 orang (60 %) mempunyai pengetahuan yang kurang tentang hubungan seksual selama kehamilan, 2 orang             (20 %) mempunyai pengetahuan yang cukup, dan 2 orang (20 %) mempunyai pengetahuan yang baik. Sedangkan hasil wawancara diketahui bahwa terdapat 1 orang (10 %) ibu hamil usia kehamilan 4 bulan yang tidak melakukan hubungan seksual selama kehamilan.

Masalah
Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan?

Tujuan Penelitian
Mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan.

Kepustakaan
Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap objek-objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia. yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba (Notoatmodjo, 2003). Persetubuhan adalah metode dasar reproduksi manusia. Selama ejakulasi, yang umumnya disertai dengan orgasme pada pria, serangkaian kontraksi otot mengirimkan air mani yang berisi gamet pria yang dikenal sebagai sel sperma atau spermatozoa ke dalam ruang vagina. Ibu hamil adalah seorang wanita yang cukup menurut umur, materi dan mental yang sedang mengalami kehamilan (KBBI, 2002). Umur adalah usia individu yuang dihitung mulai saat lahir sampai saat berulang tahun (Nursalam, 2001). Menurut Syahlan (2002) bahwa masa kehidupan reproduksi yang digunakan dalam kehamilan sampai melahirkan. Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah suatu cita-cita tertentu. Pendidikan berpengaruh pada cara berfikir, tindakan dan pengambilan keputusan seseorang dalam melakukan suatu perbuatan semakin tinggi pendidikan akan semakin baik pengetahuannya tentang kesehatan. Pekerjaan adalah pencaharian yang dijadikan pokok penghidupan atau sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan nafkah (Sarwono, 2002).

Hasil Penelitian
Data dalam penelitian ini terlebih dahulu dianalisa. Data dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan analisa univariat. Data yang dianalisa menggunakan analisa univariat dalam penelitian ini adalah gambaran pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan.
Sebanyak 4 responden (5,13 %) mempunyai pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 28 responden (35,90 %), dan pengetahuan yang kurang sebanyak 46 responden (58,97 %).
Sebanyak 7 responden (8,79 %) mempunyai pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 19 responden (24,36 %), dan pengetahuan yang kurang sebanyak 52 responden (66,67 %).
Sebanyak 13 responden (16,67 %) mempunyai pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 26 responden (33,33 %), dan pengetahuan yang kurang sebanyak 39 responden (50,00 %).
Distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan yang dilakukan terhadap 78 responden termasuk kategori baik sebanyak 8 responden  (10,19 %), kategori cukup sebanyak 24 responden (31,19 %), dan sebanyak 46 responden (58,54 %).

Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 4 responden (5,13 %) mempunyai pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 28 responden (35,90 %), dan pengetahuan yang kurang sebanyak 46 responden (58,97 %). Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa pengetahuan responden tentang pengertian hubungan seksual selama kehamilan masih kurang. Kurangnya pengetahuan ibu disebabkan kurangnya pendidikan karena pendidikan berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang, dimana sebanyak 32 responden (41,03 %) adalah tamat SD. Hal ini sesuai dengan pendapat Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah suatu cita-cita tertentu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 7 responden (8,79 %) mempunyai pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 19 responden (24,36 %), dan pengetahuan yang kurang sebanyak 52 responden (66,67 %). Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa masih banyak responden yang mempunyai pengetahuan yang kurang tentang posisi hubungan seksual selama kehamilan. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh ibu karena jarang ibu mencari informasi tentang posisi hubungan seksual selama kehamilan. Pengetahuan yang kurang dari ibu dapat diperbaiki dengan cara bertanya kepada tenaga kesehatan atau membaca buku tentang posisi hubungan seksual selama hamil agar tidak terjadi kehamilan dan persalinan beresiko. Untuk menghindari masalah tersebut ibu harus diperhatikan ketika melakukan hubungan seksual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 13 responden (16,67 %) mempunyai pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 26 responden (33,33 %), dan pengetahuan yang kurang sebanyak 39 responden (50,00 %). Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa pengetahuan responden sebanyak 39 responden (50,00 %) masih kurang. Kurangnya pengetahuan ibu tentang hubungan seksual yang harus dihindari selama kehamilan disebabkan kurangnya waktu luang yang dimiliki oleh ibu untuk mencari informasi tentang hubungan seksual yang harus dihindari selama kehamilan karena terdapat beberapa orang ibu hamil yang mempunyai pekerjaan yaitu PNS sebanyak 3 responden (3,85 %) dan wiraswasta sebanyak 11 responden (14,10 %). Hal ini sesuai dengan pendapat Atmadja (2010) bahwa pekerjaan manusia mempunyai pengaruh terhadap perilaku manusia termasuk dalam perilaku kesehatan seseorang manusia.

Kesimpulan dan Saran
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan yang dilakukan terhadap  78 responden sebanyak 46 responden (58,54 %) termasuk kategori kurang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dan literatur dalam mengatasi masalah pengetahuan tentang hubungan seksual selama kehamilan.


Daftar Pustaka
Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT Rhineka Cipta. Jakarta.

Arlene. 2008. Kesehatan Wanita. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Atmadjaya. 2006. Seks Yang Aman Selama Kehamilan. http://www.google.co.id.
Manuaba. 2005. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. EGC. Jakarta.
________. 2006. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. EGC. Jakarta.

Notoatmodjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. PT. Asdi Mahasatya. Jakarta.

___________. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan Edisi Revisi. Rineka Cipta Jakarta.

Rostiawati. 2008. Perilaku Seksual. http://www.infomedia.co.id.

Supriyanto. 2009. Kehamilan : Apa Yang Anda Hadapi Bulan Per Bulan. Arcan. Jakarta.

Sadulloh, dkk. 2007. Pedagogik. Cipta Utama. Bandung.

Sylvia. 2008. Penyebab dan Pencegahan Kehamilan Beresiko. http://www.google.com.