Ketik Kata Yang Anda Cari

Memuat...

Kamis, 11 April 2013

faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota ....


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Secara individu, manusia pada usia di atas 50 tahun terjadi proses penuaan  secara alamiah, sehingga timbul masalah fisik, mental, sosial, ekonomi, dan psikologis. Serta dengan bergesernya pola perekonomian dari pertanian ke industri maka pola penyakit juga bergeser dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular (degeneratif).
Perubahan status sosial lansia dapat mempengaruhi kepribadian, yang berakibat tidak baik bagi lansia jika  tidak mampu menghadapinya. Demikian halnya pada aspek ekonomi, kondisi lanjut usia akan menyebabkan kemunduran di bidang ekonomi, yang ditandai adanya masa pensiun yang berakibat turunnya pendapatan, hilangnya fasilitas-fasilitas, kekuasaan, wewenang dan penghasilan. Sedangkan pada aspek psikologi pada umumnya setiap lansia menginginkan keadaan panjang umur, menghemat tenaga, tetap berperan sosial, mempertahankan hak dan hartanya, tetap berwibawa, meninggal secara terhormat. Apabila proses usia lanjut tersebut tidak sesuai dengan keinginan-keingianan tadi, maka akan dirasakan sebagai beban mental yang cukup besar yang dapat menyebabkan gangguan dalam keseimbangan mental.   
Jumlah dan persentase lansia yang berusia 50 tahun ke atas di Indonesia senantiasa terus meningkat dari tahun ke tahun dan besarnya, pada tahun 1980 adalah sebanyak 11,4 % dari jumlah penduduk, tahun 1985 sebanyak 13,3 %,  tahun 1990 sebanyak 16 %, tahun 2000 sebanyak 22,2 % dan pada tahun 2020 jumlah lansia diperkirakan sebanyak 29,12 % dari jumlah seluruh penduduk Indonesia (Darmojo dalam Nugroho, 2008).
Secara umum masalah kesehatan pada seorang lansia diawali dengan terjadinya masalah pada usia 45 tahun atau lebih, sehingga pada usia terebut dikatakan sebagai pra lansia (Dinkes. Prop. Jabar, 2003).
Puskesmas yang ada di Kota ..... berjumlah 10 Puskesmas,sehingga jumlah lansia yang ada di Kota Banjar dapat dibina melalui program pembinaan lansia yang dilaksanakan oleh Puskesmas dan instansi-instansi lainnya yang terkait secara lintas program maupun lintas sektoral (Dinkes ...., 2011).
Program pembinaan kesehatan lansia sebagai salah satu program kegiatan Puskesmas sudah dirintis sejak tahun 1986 dengan menetapkan satu Kabupaten dan dua Puskesmas tiap Provinsi di Indonesia. Pada tahun 1993 dikembangkan  kegiatan berupa deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) lansia sebagai alat pencatat hasil pemeriksaan.
Jumlah lansia yang berusia 45 tahun ke atas di Kota ...., berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota ..... pada akhir tahun 2011 adalah sebanyak 8.588 jiwa dan jumlah lansia terbanyak di Kota .... pada tahun 2011 terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota .... yaitu sebanyak 2.409 jiwa. Pelaksanaan pembinaan lansia di wilayah kerja Puskesmas .... Kota .... dilaksanakan di beberapa desa yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas ...., dimana sebanyak 5 posyandu lansia terdapat di Desa ...., Desa ....sebanyak 4 posyandu lansia, Desa .... sebanyak 5 posyandu lansia, dan dari data tersebut diketahui pula bahwa presentasi lansia yang dibina ternyata masih jauh dari cakupan target pembinaan pelayanan kesehatan pralansia dan pelaksanaan pembinaan lansia pada tahun 2011 yang aktif mengikuti posyandu lansia adalah sebesar 27,3 %.
Adapun frekuensi kegiatan pembinaan kelompok yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas ..... Kota .... diantaranya adalah penyuluhan, bimbingan rohani yang dilakukan setiap dilakukan pengajian, senam yang dilakukan 1 bulan sekali pada 6 posyandu lansia, pemeriksaan protein dilakukan 1 kali dalam 1 tahun, pemeriksaan golongan darah sebanyak 1 kali dalam 1 tahun, dan kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh 8 posyandu lansia. Namun dari kegiatan tersebut tidak seluruh lansia yang mengikuti kegiatan yang diprogramkan, lansia kurang ikut berperan serta dalam kegiatan yang dilaksanakan. Hal ini terlihat dari jumlah lansia yang mengikuti posyandu lansia yaitu sebanyak 27,3 % lansia saja.
Jumlah usia lanjut yang meningkat saat ini akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan baik fisik, mental maupun sosial ekonomi. Untuk itu perlu pengkajian masalah usia yang lebih mendasar agar tercapai tujuan pembinaan kesehatan usia yaitu mewujudkan derajat kesehatan serta optimal.
Dalam peningkatan peran serta masyarakat dapat dilaksanan dengan
bentuk penyuluhan kesehatan yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanan dan penilaian upaya kesehatan usia lanjut dalam rangka menciptakan kemadirian masyarakat. Masyarakat harus memberikan mendukung kepada lansia untuk mengikuti program pembinaan kesehatan khususnya pada kelompok lansia. Lansia harus diberi pengertian dan pehaman yang baik mengenai program pembinaan kelompok lansia itu sendiri. Pengetahuan dan sikap lansia merupakan faktor kunci utama yang dapat membentuk pemahaman lansia mengenai fungsi dan manfaat program pembinaan lansia karena dengan pengetahuan dan sikap yang baik dari lansia mengenai program pembinaan lansia tersebut lansia dapat berperan aktif mengikuti program pembinaan lansia sehingga program pembinaan kelompok lansia tersebut dapat berjalan secara optimal (Asfiyati, 2012). Pendapat ini juga diperkuat oleh pendapat yang dikemukakan oleh Notoatmodjo (2010) bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah pendidikan dan sikap.
Berdasarkan data tersebut di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota .....

Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota .... ?

Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota ....
Tujuan khusus
Untuk mengetahui pengetahuan lansia tentang program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota ....
Untuk mengetahui sikap lansia tentang program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ,.... Kota ....
Untuk mengetahui status ekonomi lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota .....
Untuk mengetahui peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota .....
Untuk mengetahui faktor pengetahuan yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ....  Kota .....
Untuk mengetahui faktor sikap yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota ....
Untuk mengetahui faktor status ekonomi yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota .....

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini secara umum diharapkan memberi bahan masukan untuk dapat memecahkan masalah kesehatan. Adapun manfaat penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Bagi Puskesmas ...Kota ...
Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan konseling kepada lansia tentang pentingnya program pembinaan kelompok lansia.
Bagi Institusi STIKes ....
Menambah referensi di perpustakaan sehingga dapat menjadi bahan masukan bagi mahasiswa yang membutuhkannya.
Bagi Profesi Keperawatan
Diharapkan dapat memberikan gambaran kepada profesi keperawatan mengenai peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia..

Keaslian Penelitian
Penelitian mengenai lansia sebelumnya pernah dilakukan oleh Tresna (2009) dengan judul “hubungan antara pengetahuan dan sikap lansia terhadap dengan kunjungan lansia ke posbindu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kabupaten .....”. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif, dengan populasi yang diteliti adalah lansia. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap, dan kunjungan lansia, serta hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap lansia terhadap dengan kunjungan lansia ke posbindu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kabupaten .....
Perbedaan penelitian yang dilakukan peneliti dengan penelitian sebelumnya terletak pada beberapa hal, diantaranya masalah yang diteliti dimana pada penelitian sebelumnya diteliti mengenai kunjungan lansia sedangkan pada penelitian ini meneliti mengenai peran serta lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dalam penelitian ini diteliti mengenai status ekonomi serta populasi yang diteliti adalah lansia dari Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota ....

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

Tinjauan Pustaka
Peran Serta Lansia
Peran serta merupakan faktor kunci utama yang bisa menilai suatu kegiatan berjalan atau tidak berjalan. Peran serta sendiri adalah keikutsertaaan seseorang dalam suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara mengikuti secara rutin dan / atau mengikuti sesuai anjuran (Pramudia, 2009). Sedangkan menurut Retnoningsih (2005), peran serta dapat diartikan sebagai ikut atau mengikuti seseorang secara bersama-sama dalam suatu kegiatan.

Program Pembinaan Kelompok Lansia
Keberhasilan Pembangunan Nasional disegala bidang menyebabkan jumlah lanjut usia yang ada dari tahun ke tahun terus meningkat, maka hal  ini akan menjadi masalah baru bagi pemerintah, yaitu akan menghambat di dalam proses pembangunan pemerintah. Sehiongga pemerintah harus berupaya untuk menanggulangi masalah lansia, salah satunya, yaitu dengan  mengadakan program pembinaan lanjut usia yang dilaksanakan oleh Puskesmas atau pihak/instansi yang terkait lainnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Upaya kesehatan usia lanjut adalah upaya kesehatan paripurna dasar dan menyeluruh dibidang kesehatan usia lanjut yang meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan. Tempat pelayanan kesehatan tersebut bisa dilaksanakan di Puskesmas- Puskesmas ataupun Rumah Sakit serta Panti- panti dan institusi lainya. Tekhnologi tepat guna dalam upaya kesehatan usia lanjut adalah tekhnologi yang mengacu pada masa usia lanjut setempat, yang didukung oleh sumber daya yang tersedia di masyarakat, terjangkau oleh masyarakat diterima oleh masyarakat sesuai dengan azas manfaat.
Peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan usia lanjut adalah peran
serta masyarakat baik sebagai pemberi pelayanan kesehatan maupun penerima pelayanan yang berkaitan dengan mobilisasi sumber daya dalam pemecahan masalah usia lanjut setempat dan dalam bentuk pelaksanan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan usia lanjut setempat (Asfriyati, 2012).
Kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan program pembinaan kelompok lansia sehingga kurangnya peran serta lansia menurut Khadijah (2010) antara lain ...

Kerangka Konsep dan Kerangka Kerja
Kerangka Konsep
Kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan program pembinaan kelompok lansia menurut Khadijah (2010) antara lain: pengetahuan, jarak, dukungan keluarga, sikap, kader PPK lansia, status ekonomi.
Kerangka konsep dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Kerangka Kerja
Adapun kerangka kerja dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : ....

Hipotesis Penelitian
Tidak ada / ada pengaruh faktor ....terhadap peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Hasan (2004), penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai dari suatu variabel, dalam hal ini variabel mandiri, baik satu variabel maupun lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain.

Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek (Notoatmodjo, 2005), dimana pengumpulan data dilakukan sekaligus pada suatu saat dengan menggunakan kuesioner, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota .....

Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2005). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota .... pada saat penelitian berlangsung yang berjumlah ... orang.

Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian
Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota ....pada tanggal .....

Ukuran Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diwakilkan sebagai objek penelitian dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2005).
Karena jumlah populasi yang terlalu banyak yaitu lebih dari 1000, maka penulis dalam pengambilan sampel menggunakan rumus dari Yamane yang dikutip oleh Rakhmat dalam Riduwan (2005), sebagai berikut : ...
Teknik Sampling
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diwakilkan sebagai objek penelitian dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2005). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsional random sampling

Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2002). Variabel dalam penelitian ini adalah :
Variabel independent dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan status ekonomi.
Adapun variabel dependent dalam penelitian ini adalah program pembinaan kelompok lansia.

Definisi Operasional
.....

Cara Pengumpulan Data
Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi (Godam, 2011). Data primer dalam penelitian ini adalah .....

Data Sekunder
Data sekunder dalam penelitian ini adalah data pendukung yang diperoleh dari ......

Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar .... untuk responden. ....dalam penelitian berisi tentang ..... Soal-soal dalam kuesioner tersebut terlebih dahulu dianalisis baik validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, maupun daya pembeda.
Uji validitas dan reliabilitas telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota .... terhadap ... orang. Pertanyaan dalam kuesioner penelitian dinyatakan valid karena nilai rhitung > rtabel (0.436 – 0.646 > 0.361).
Reliabilitas
Pertanyaan dalam penelitian dinyatakan reliabel karena nilai α lebih besar dari r tabel (0.736 > 0.361).

Jalannya Penelitian
Penelitian ini dimulai dari penentuan judul penelitian dengan melakukan studi pendahuluan dan melakukan pencarian data untuk menentukan latar belakang dan rumusan masalah juga menentukan tujuan penelitian dan menentukan tinjauan teoritis yang berhubungan dengan judul penelitian. Kemudian setelah itu menentukan variabel penelitian dan definisi operasional, yang berguna untuk mengumpulkan data, kemudian data yang sudah terkumpul dibuat dalam bentuk kuesioner dan diisi disesuaikan dengan kondisi responden yang menjadi sampel dalam penelitian. Sebelum melakukan penelitian maka peneliti pada tanggal .....

Strategi Analisis
Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan alat bantu program komputer, dengan langkah-langkah sebagai berikut : ....
Analisa Data
Analisa Univariat
Analisa univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Adapun data yang dianalisis menggunakan analisa univariat adalah : pengetahuan, sikap, status ekonomi, dan program pembinaan kelompok lansia.
Selanjutnya data mengenai pengetahuan ditabulasi, diinterpretasikan kemudian diproses dengan menggunakan rumus cut off point yaitu ....

Analisa Bivariat
Adapun data yang dianalisis menggunakan analisa bivariat dalam penelitian ini adalah : faktor pengetahuan yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia, faktor sikap yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia, faktor status ekonomi yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia.

Etika Penelitian
Etika dalam penelitian merupakan hal yang sangat penting karena penelitian yang dilakukan langsung berhubungan dengan manusia. Beberapa etika yang harus diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut : ....

BAB IV

 
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian 
Gambaran Umum
....
Analisa Data
Analisa Univariat
Pengetahuan Lansia Tentang Program Pembinaan Kelompok Lansia
Pada tabel 4.3 di atas diketahui bahwa sebanyak 38 responden (41,3 %) mempunyai pengetahuan yang baik tentang program pembinaan kelompok lansia, dan sebanyak 54 responden (58,7 %) berpengetahuan tidak baik.

Sikap Tentang Program Pembinaan Kelompok Lansia
Pada tabel 4.4 di atas diketahui bahwa sebanyak 41 responden (44,6 %) mempunyai sikap dengan kategori favorable dan sikap dengan kategori unfavorable sebanyak 51 responden (55,4 %).

Tingkat Ekonomi Responden
Pada tabel 4.5 di atas diketahui bahwa sebanyak 18 responden (19,6 %) mempunyai tingkat ekonomi kurang dari Rp. 780.000 dan sebanyak 74 responden (80,4 %) tingkat ekonominya lebih dari Rp. 780.000.

Peran Serta Responden Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Pada tabel 4.6 di atas diketahui bahwa sebanyak 51 responden (55,4 %) ikut serta dalam program pembinaan kelompok lansia dan sebanyak 41 responden (44,6 %) tidak ikut serta.

Analisa Bivariat
Faktor Pengetahuan Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.043, hal ini menunjukan bahwa faktor pengetahuan mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia.

Faktor Sikap Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.041, hal ini menunjukan bahwa faktor sikap yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia.

Faktor Tingkat Ekonomi Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.037, hal ini menunjukan bahwa faktor tingkat ekonomi yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia.


Pembahasan
Analisa Univariat
Pengetahuan Lansia Tentang Program Pembinaan Kelompok Lansia
Pengetahuan lansia yang kurang merupakan faktor penyebab mendasar karena sangat mempengaruhi perilaku lansia termasuk pula terhadap peran serta pada program pembinaan kelompok lansia. Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap objek-objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba (Notoatmodjo, 2003).

Sikap Tentang Program Pembinaan Kelompok Lansia
Sikap (attitude) adalah pola perilaku, kondensi atau kesiapan antisipasif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimulasi sosial yang tclah terkondisikan (Azwar, 2001).
Tingkat Ekonomi Responden
Tingkat ekonomi atau status ekonomi merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan lansia. Status ekonomi lansia juga berpengaruh terhadap aktifitas kegiatan yang diikuti lansia karena lansia harus terlebih dahulu memenuhi kebutuhan ekonominya sebelum melakukan kegiatan lainnya dan status ini merupakan bagian penting yang mempengaruhi kebutuhan lansia.

Peran Serta Responden Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Peran serta merupakan faktor kunci utama yang bisa menilai suatu kegiatan berjalan atau tidak berjalan. Peran serta sendiri adalah keikutsertaaan seseorang dalam suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara mengikuti secara rutin dan / atau mengikuti sesuai anjuran (Pramudia, 2009). Sedangkan menurut Retnoningsih (2005), peran serta dapat diartikan sebagai ikut atau mengikuti seseorang secara bersama-sama dalam suatu kegiatan.

Analisa Bivariat
Faktor Pengetahuan Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Umumnya lansia tidak mengetahui keberadaan dan manfaat dari program pembinaan kelompok lansia (PPK). Hal ini dapat diatasi dengan penyuluhan atau sosialisasi tentang keberadaan dan manfaat posyandu lansia, sehingga mendorong lansia untuk datang dan merasakan sendiri manfaat dari keberadaan PPK lansia. Dengan menghadiri kegiatan PPK, lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan PPK lansia

Faktor Sikap Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan PPK. Dengan sikap yang baik tersebut, lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di PPK lansia. Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek. Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons.

Faktor Tingkat Ekonomi Yang Mempengaruhi Peran Serta Lansia Dalam Program Pembinaan Kelompok Lansia
Tingkat ekonomi atau status ekonomi merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan lansia. Status ekonomi lansia juga berpengaruh terhadap aktifitas kegiatan yang diikuti lansia karena lansia harus terlebih dahulu memenuhi kebutuhan ekonominya sebelum melakukan kegiatan lainnya dan status ini merupakan bagian penting yang mempengaruhi kebutuhan lansia.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas .... mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia didapat kesimpulan sebagai berikut :
Sebagian besar responden (58,7 %) mempunyai pengetahuan yang tidak baik tentang program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kota ....
Sebagian besar responden (55,4 %) mempunyai lansia yang unfavorable tentang program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota ...
Sebagian besar responden (80,4 %) mempunyai status ekonomi lebih dari Rp. 780.000 di Wilayah Kerja Puskesmas ....Kota ...
Sebagian besar responden (55,4 %) ikut serta dalam program pembinaan kelompok lansia di Wilayah Kerja Puskesmas .... Kota ...
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.043, hal ini menunjukan bahwa ....
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.041, hal ini menunjukan bahwa .....
Hasil uji statistik diperoleh nilai r = 0.037, hal ini menunjukan bahwa .....

Saran
Berkaitan dengan hasil penelitian yang diperoleh mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta lansia dalam program pembinaan kelompok lansia, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut :
Untuk STIKes ....
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan literatur di perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan .... sehingga dapat dijadikan bahan acuan bagi penelitian yang akan dilakukan pada masa mendatang dengan masalah yang sama.
Untuk Profesi Keperawatan
Diharapkan profesi keperawatan memberikan penyuluhan kepada lansia yang mempunyai pengetahuan kurang dan sikap yang unfavorable tentang pentingnya program pembinaan kelompok lansia dan profesi keperawatan juga diharapkan menyarankan kepada lansia yang berpenghasilan lebih dari Rp. 780.000 untuk mengikuti program pembinaan kelompok lansia.
Untuk Instansi / Puskesmas ...
Disarankan kepada petugas kesehatan khususnya perawat untuk memberikan konseling kepada lansia yang berpengetahuan kurang dan sikap yang unfavorable tentang program pembinaan kelompok lansia. Selain itu perawat diharapkan memberikan masukan kepada lansia yang berpenghasilan lebih dari Rp. 780.000 untuk lebih aktif ikut serta dalam program pembinaan lansia.


 
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT Rhineka Cipta. Jakarta.
................ dll