Ketik Kata Yang Anda Cari

Memuat...

Rabu, 10 April 2013

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KLASIFIKASI PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS .... DAN PUSKESMAS .... KOTA .....


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Tujuan Millennium Development Goals (MDGs) keempat (mengurangi angka kematian anak) hanya dapat dicapai melalui upaya-upaya intensif yang fokus pada penyebab utama kematian anak, yaitu pneumonia, diare, malaria, kekurangan gizi dan masalah neonatal. Diperkirakan dari 8,8 juta kematian anak di dunia pada tahun 2008, 1,6 juta adalah kematian akibat pneumonia dan 1,3 juta karena diare (Kemenkes RI, 2010).
Pneumonia merupakan infeksi yang menyebabkan paru – paru (alveoli) dan mempunyai gejala batuk, sesak nafas, ronki dan infiltrat pada foto rontgen. Terjadinya pneumonia pada anak seringkali bersamaan dengan terjadinya proses infeksi akut pada bronkhus yang disebut bronchopneumonia (Depkes RI, 2009).
Anak dengan batuk atau sukar bernafas mungkin menderita pneumonia atau infeksi saluran pernafasan yang berat lainnya. Akan tetapi sebagian besar anak batuk yang dapat ke puskesmas / fasilitas kesehatan lainnya hanya menderita infeksi saluran pernafasan yang ringan. Anak yang menderita pneumonia, kemampuan paru-paru untuk mengembang berkurang sehingga tubuh bereaksi dengan bernafas cepat agar tidak terjadi hipoksia (kekurangan oksigen) (Depkes RI, 2010)
Pnumonia merupakan penyebab kematian yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan total kematian akibat AIDS, malaria, dan campak. Setiap tahun lebih dari 2 juta anak meninggal karena pneumonia, berarti 1 dari 5 orang balita meninggal di dunia (Kemenkes, 2010).
Pneumonia juga merupakan penyebab kematian yang paling sering, terutama di negara dengan angka kematian tinggi. Hampir semua kematian akibat pneumonia (99 %) terjadi di negara berkembang dan kurang berkembang (least developed). Jumlah kematian tertinggi terjadi di daerah sub Sahara yang mencapai 1.022.000 kasus pertahun dan di Asia Selatan mencapai 702.000 kasus pertahun (Kemenkes, 2010).  
Indonesia merupakan salah satu diantara 15 negara yang mengalami kejadian penyakit pneumonia yang tinggi di dunia dan Indonesia menduduki peringkat keenam dengan jumlah kasus sebanyak 6 juta kasus. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) dari Departemen Kesehatan tahun 1992, 1995, 2001 menunjukkan bahwa pneumonia mempunyai kontribusi besar terhadap kematian bayi dan anak. Sedangkan pada penelitian kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2007, pneumonia menduduki tempat kedua sebagai penyebab kematian bayi dan balita setelah diare dan menduduki tempat ketiga sebagai penyebab kematian pada neonatus (Kemenkes, 2010).
Pneumonia di ...., pada akhir tahun 2000 mengakibatkan 150.000 bayi atau balita meninggal tiap tahun, atau 12.500 korban per bulan, atau 416 kasus sehari, atau 17 anak per jam, atau seorang bayi tiap lima menit. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 kematian balita akibat pneumonia meningkat, berkisar 18,5 -38,8 persen. Dari fakta itulah , pemerintah menargetkan penurunan prevalensi Pneumonia hingga 33,33 %.
Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Kesehatan Kota ...diketahui bahwa pada tahun 2011 angka kejadian pneumonia adalah sebanyak 247 kasus, dimana sebanyak 73 kasus terjadi pada bayi usia 0 – 1 tahun dan sebanyak 174 kasus terjadi pada balita usia 1 – 4 tahun. Sedangkan angka kejadian pneumonia pada akhir Desember 2011 terlihat bahwa angka kejadian pneumonia tertinggi terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas ...3 yaitu sebanyak 26 kasus (Dinkes ...., 2011).
Data mengenai status gizi berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota ...diketahui bahwa pada tahun 2011 jumlah balita di Kota ....yang mengalami BGM sebanyak 465 kasus dari jumlah balita sebanyak 15.745 balita dan kasus tertinggi BGM terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas ....2 Kota .....yaitu sebanyak 255 kasus dari jumlah balita sebanyak 1.088 balita.
Berbagai faktor resiko yang meningkatkan kejadian, beratnya penyakit dan kematian karena pneumonia, yaitu status gizi (gizi kurang dan gizi buruk memperbesar resiko), suplementasi vitamin A (mengurangi resiko), suplementasi zinc (mengurangi resiko), bayi berat badan lahir rendah (meningkatkan resiko), vaksinasi (mengurangi resiko), dan polusi udara dalam kamar terutama asap rokok dan asap bakaran dari dapur (meningkatkan resiko) (Kemenkes RI, 2010).
Menurut Endang  (2003)  sejak  sebelum merdeka  sampai  sekitar  tahun 1960-an,  masalah  gizi  buruk  merupakan  masalah  besar  di  Indonesia.  Pada anak-anak  khususnya  balita  sampai  sekarang  gizi  buruk masih merupakan masalah  yang  memprihatinkan,bahkan  balita  dengan  gizi  buruk  akan menyebabkan  angka mortalitas  pneumonia  pada  balita  semakin  tinggi  (Said, 2008).
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti melakukan penelitian tentang hubungan status gizi dengan klasifikasi penyakit pneumonia pada balita di Puskesmas ....3 dan ....2 Kota .....

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka diperoleh rumusan masalah yaitu untuk mengetahui “Adakah hubungan status gizi dengan klasifikasi penyakit pneumonia pada balita di Puskesmas ....3 dan ....2 Kota ....?”

Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Mengetahui hubungan status gizi dengan klasifikasi penyakit pneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas ....3 dan ....2 Kota ....
Tujuan khusus
Untuk mengidentifikasi status gizi pada balita yang mengalami kejadian pneumonia di Puskesmas ....3 dan ....2 Kota ....
Untuk mengidentifikasi klasifikasi penyakit pneumonia pada balita yang mengalami kejadian pneumonia di Puskesmas ....3 dan ....2 Kota ....
Untuk menganalisis hubungan status gizi dengan klasifikasi penyakit pneumonia pada balita di Puskesmas ....3 dan .....2 Kota ....

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini secara umum diharapkan memberi bahan masukan untuk dapat memecahkan masalah kesehatan. Adapun manfaat penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Bagi Puskesmas ....3 dan ....2
Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususunya pada balita yang mengalami pneumonia.
Bagi Institusi STIKes ....
Menambah referensi di perpustakaan sehingga dapat menjadi bahan masukan bagi mahasiswa yang membutuhkannya.
Keaslian Penelitian
Penelitian mengenai pneumonia sebelumya pernah dilakukan oleh Eris Meilani (2006) dengan judul “Gambaran Pengetahuan Orang Tua Tentang Pneumonia di Puskesmas .....Kecamatan ....Kota .....Tahun 2006”. Teori yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pengetahuan dan pneumonia, jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, populasi yang diteliti adalah ibu yang mempunyai balita, variabel penelitian adalah variabel tunggal yaitu pengetahuan tentnag pneumonia, instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan Orang Tua Tentang Pneumonia di Puskesmas ....Kecamatan ....Kota .....Tahun 2006 termasuk dalam kategori kurang.
Perbedaan penelitian yang dilakukan peneliti dengan penelitian sebelumnya terletak pada beberapa hal, diantaranya jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini jenis penelitian survey analitik dan populasi dalam penelitian ini adalah kasus pneumonia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen (status gizi) dan variabel dependen (klasifikasi penyakit pneumonia). Instrumen penelitian yang digunakan adalah menggunakan lembar checklist dan analisa data yang digunakan tidak saja analisa univariat tetapi dalam penelitian ini digunakan pula analisa bivariat untuk melihat hubungan status gizi dengan klasifikasi penyakit pneumonia.

BAB II


 
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
Balita
Balita adalah anak dengan usia dibawah 5 tahun dengan karakteristik pertumbuhan yakni pertumbuhan cepat pada usia 0-1 tahun dimana umur 5 bulan BB naik 2x BB lahir dan 3x BB lahir pada umur 1 tahun dan menjadi 4x pada umur 2 tahun. Pertumbuhan mulai lambat pada masa pra sekolah kenaikan BB kurang lebih 2 kg/ tahun, kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir. (Soetjiningsih, 2001)
...................
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transporatasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ serta menghasilkan energi (Supariasa, 2001).
.....
Pneumonia adalah suatu proses peradangan dimana terdapat konsolidasi yang disebabkan pengisian rongga alveoli oleh eksudat. Pertukaran gas tidak dapat berlangsung pada daerah yang mengalami konsolidasi, begitupun dengan aliran darah disekitar alveoli, menjadi terhambat dan tidak berfungsi maksimal. Hipoksemia dapat terjadi, tergantung pada banyaknya jaringan paru yang sakit (Somantri, 2012).
....

Kerangka Konsep dan Kerangka Kerja
Kerangka Konsep
Menurut Depkes RI (2009), hasil penelitian dari berbagai negara termasuk Indonesia dan berbagai publikasi ilmiah dilaporkan faktor resiko baik yang meningkatkan insiden (morbiditas) maupun kematian (mortalitas) akibat pneumonia. Faktor resiko yang meningkatkan insiden pneumonia meliputi ....
Berdasarkan uraian tersebut maka kerangka teori dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Hipotesis Penelitian
....

BAB III


 
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian survey .....
Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan adalah retrospektif .....
Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri ....
Lokasi Penelitian
Penelitian mengenai hubungan status gizi dengan klasifikasi penyakit pneumonia pada balita telah dilakukan di ....
Ukuran Sampel dan Teknik Sampling
Ukuran Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diwakilkan sebagai objek penelitian dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh .....
Teknik Sampling
Teknik pengambil sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknk sampling jenuh yaitu .....
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian ....
Definisi Operasional
......
Cara Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini adalah .....
Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar .....
Jalannya Penelitian
Langkah yang dilakukan dalam melakukan penelitian ini adalah meliputi studi pendahuluan untuk meminta data sekunder. Setelah semua lengkap kemudian dibuatkan outline yang ditujukan kepada program studi Ilmu Keperawatan STIKes ......
Strategi Analisis
Pengolahan Data
Editing
Coding
Entry
Cleaning
Tabulating
Analisa Data
Analisa Univariat
Analisa univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2005). Adapun data yang dianalisis menggunakan analisa univariat adalah : status gizi dan klasifikasi penyakit pneumonia.
Untuk hasil analisa tentang status gizi dimasukkan ke dalam standar kriteria objek, yaitu : ....
Sedangkan untuk hasil analisa tentang klasifikasi penyakit pneumonia dimasukkan ke dalam standar kriteria objek, yaitu ...
Untuk mengetahui distribusi frekuensi status gizi dan klasifikasi penyakit pneumonia dengan membuat tabel distribusi frekuensi untuk setiap kategori dengan rumus : ....
Analisa Bivariat
Analisa bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo, 2005 : 188). Adapun data yang dianalisis menggunakan analisa bivariat dalam penelitian ini adalah : hubungan status gizi dengan .....
Analisa data yang digunakan untuk analisa bivariat menggunakan rumus Rank Spearman karena .....
Etika Penelitian
Beberapa etika yang harus diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut :
Anonimity (Kerahasiaan Nama)
......
Confidentiality (Kerahasiaan Informasi)
.....
Fair treatment (Jaminan Perlakuan Adil)
......
Jadwal Penelitian
Penelitian mengenai hubungan status gizi dengan klasifikasi penyakit pneumonia pada balita di Puskesmas .... akan dilakukan sebagai berikut ....

BAB IV


 
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan
Analisa Univariat
Status Gizi Balita Yang Mengalami Kejadian Pneumonia
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69 responden (67,0 %) mempunyai status gizi yang baik, status gizi kurang sebanyak 26 responden (25,2 %), status gizi buruk sebanyak 7 responden (6,8 %), dan status gizi lebih sebanyak 1 responden (1,0 %). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ....

Klasifikasi Pneumonia Pada Balita Yang Mengalami Pneumonia
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 95 responden (92,2 %) termasuk dalam klasifikasi pneumonia sedangkan sebanyak 8 responden (7,8 %) termasuk dalam klasifikasi pneumonia berat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa .....

Analisa Bivariat
Dari analisa data diketahui bahwa balita yang mengalami pneumonia dengan status gizi lebih sebanyak 1 responden (1,0 %), status gizi baik sebanyak 65 responden (63,1 %), status gizi kurang sebanyak 22 responden (21,4 %), dan status gizi buruk sebanyak 7 responden (6,8 %). Sedangkan balita yang mengalami pneumonia berat dengan status gizi baik sebanyak 4 responden (3,9 %). Sedangkan hasil uji statistik didapatkan nilai p .....  yang mengandung arti .... dengan klasifikasi penyakit pneumonia pada balita.
BAB V


 
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap 103 responden mengenai hubungan status gizi dengan klasifikasi penyakit pneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas .... maka didapat kesimpulan bahwa :
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis dengan ini menyarankan sebagai berikut ....

DAFTAR PUSTAKA


 
....... 2002. Prosedur .....Pendekatan Praktek. PT Rhineka Cipta. Jakarta.
...... 20..... ....Suatu Pendekatan Praktek. ...... Jakarta.

Choirunisa. 2009.  Ilmu Gizi Klinis  pada Anak. ...... Jakarta.